Manado, 11 Oktober 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan, Program Studi (Prodi) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Manado turut serta dalam Workshop Review Kurikulum Berbasis Outcome Based Education (OBE) dan Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), yang diselenggarakan selama dua hari, 9–10 Oktober 2025, di Hotel Novotel Manado.
Workshop ini diikuti oleh 34 peserta yang terdiri dari dekan, wakil dekan, ketua prodi, dan sekretaris prodi dari Fakultas Syariah (FASYA), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI). Prodi IAT diwakili langsung oleh Ketua Prodi, Yuliana Jamaluddin, M.Ag, dan Sekretaris Prodi, Reza Adeputra Tohis, M.Ag.
Acara dibuka secara resmi oleh Plh. Rektor IAIN Manado, Prof. Dr. Edi Gunawan, M.H.I. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pimpinan fakultas dan prodi yang hadir. “Kurikulum adalah jantungnya pendidikan. Keseriusan kita dalam me-review dan menyusun kurikulum berbasis OBE hari ini akan menentukan kualitas lulusan kita di masa depan. Saya harap setiap sesi dapat diikuti dengan maksimal,” tegas Prof. Edi Gunawan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd. Beliau dikenal luas sebagai pakar dalam pengembangan dan implementasi kurikulum berbasis OBE, sekaligus Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Salatiga. Selama dua hari, Prof. Budiyono memberikan pendampingan intensif kepada para peserta. Materi yang dibahas meliputi langkah-langkah praktis penyusunan kurikulum OBE, metode penyelarasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dengan profil lulusan, hingga strategi teknis perumusan RPS yang terukur dan aplikatif agar sesuai dengan kebutuhan dunia kerja serta perkembangan keilmuan terkini.

Dekan FUAD, Dr. Sahari, M.Pd.I, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan bahwa workshop ini adalah salah satu langkah penting bagi fakultas. “Kegiatan ini merupakan langkah strategis FUAD untuk memastikan seluruh program studi, termasuk IAT, memiliki kurikulum yang tidak hanya relevan dengan perkembangan keilmuan, tetapi juga mampu menjawab tantangan zaman. Implementasi OBE adalah wujud komitmen kami untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Ketua Prodi IAT, Yuliana Jamaluddin, M.Ag, menegaskan dampak positif dari kegiatan ini bagi prodinya. “Melalui workshop ini, kami di Prodi IAT merancang ulang kurikulum agar lebih fokus pada capaian pembelajaran yang jelas dan terukur. Dengan kurikulum berbasis OBE, kami berharap mahasiswa IAT tidak hanya menguasai teori-teori Al-Qur’an dan Tafsir, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan di masyarakat. Penyusunan RPS yang aplikatif akan memastikan proses belajar mengajar menjadi lebih efektif dan berdampak langsung pada kompetensi lulusan kami,” pungkasnya.
Workshop ini diharapkan dapat menghasilkan draf kurikulum baru yang lebih adaptif dan inovatif, yang akan segera diimplementasikan untuk mencetak generasi mufasir yang unggul dan profesional.

