DARI NORMATIF KE KONTEKSTUAL: PRODI IAT IAIN MANADO AMBIL BAGIAN DALAM KOLABORASI PERDANA FORUM DISKUSI DOSEN NASIONAL

Manado, 19 Februari 2026 – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), IAIN Manado menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dengan mengikuti “Kolaborasi Perdana Forum Diskusi Dosen Nasional”. Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini mengusung tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman: “Pendekatan Ilmu Sosial dalam Studi Al-Qur’an:…

By.

min read

Dokumen IAT

Manado, 19 Februari 2026 – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), IAIN Manado menunjukkan komitmennya dalam pengembangan keilmuan dengan mengikuti “Kolaborasi Perdana Forum Diskusi Dosen Nasional”. Kegiatan yang dilaksanakan melalui platform Zoom Meeting ini mengusung tema yang sangat relevan dengan perkembangan zaman: “Pendekatan Ilmu Sosial dalam Studi Al-Qur’an: Dari Tafsir Normatif ke Tafsir Kontekstual.”

Forum ini menjadi ajang pertemuan intelektual bagi dosen-dosen IAT dari enam perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia, yakni:

  1. IAIN Manado
  2. UIN Palangka Raya
  3. UIN Syekh Wasil Kediri
  4. UIN Sunan Kudus
  5. UIN Raden Mas Said Surakarta
  6. UIN Raden Fatah Palembang

Diskusi ilmiah tersebut menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya, yaitu Siti Fathonah, M.A. (Dosen UIN Raden Mas Said Surakarta) dan Ahmad Syarif Hidayatullah, Ph.D. (Dosen UIN Raden Fatah Palembang). Jalannya diskusi dipandu secara dinamis oleh Ahmad Saerozie, M.Ag (Dosen UIN Sunan Kudus) selaku moderator.

Para peserta membedah bagaimana ilmu sosial dapat menjadi pisau analisis dalam memahami Al-Qur’an agar tidak hanya berhenti pada teks (normatif), tetapi mampu menjawab problematika sosial yang nyata (kontekstual). Partisipasi aktif dosen IAT IAIN Manado dalam forum ini bertujuan untuk memperkaya perspektif pengajaran dan riset di lingkungan kampus.

Ketua Program Studi IAT IAIN Manado, Yuliana Djamaluddin, M.Ag., menekankan pentingnya materi yang dipaparkan para pembicara bagi pengembangan kompetensi dosen di Manado.

“Tema mengenai pendekatan ilmu sosial yang dibawakan oleh Ibu Siti Fathonah dan Bapak Ahmad Syarif ini sangat krusial bagi kami. Keikutsertaan Prodi IAT IAIN Manado dalam kolaborasi enam kampus ini adalah upaya kami untuk terus memperbarui metodologi tafsir agar lebih relevan dengan dinamika masyarakat saat ini. Kami ingin memastikan bahwa kajian Al-Qur’an di prodi kami bergerak maju dari sekadar pemahaman tekstual menuju pemahaman yang solutif bagi masalah-masalah sosial,” ungkap Yuliana.

Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD), Prof. Dr. Sahari, M.Pd.I., memberikan apresiasi atas keterlibatan aktif prodi dalam jaringan akademik nasional ini.

“Kami sangat mendukung partisipasi dosen IAT dalam forum diskusi nasional ini. Kolaborasi lintas institusi dengan lima UIN besar lainnya merupakan langkah strategis untuk memposisikan IAIN Manado dalam peta akademik nasional. Pembahasan mengenai tafsir kontekstual ini diharapkan mampu memicu lahirnya riset-riset kolaboratif yang lebih segar dan berdampak bagi kemajuan ilmu pengetahuan maupun penguatan akreditasi fakultas,” tegas Prof. Sahari.

Kegiatan ini diakhiri dengan harapan adanya tindak lanjut berupa kerja sama penelitian dan publikasi ilmiah bersama antar-enam program studi tersebut, guna memperkuat sanad keilmuan dan kontribusi akademisi IAT bagi masyarakat luas.