Manado, 30 April 2026 – Semangat toleransi dan dialog lintas iman kembali menggema di lingkungan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado. Pada hari Kamis (30/4), Ruang Kuliah Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) menjadi saksi bertemunya berbagai latar belakang keyakinan dalam sebuah bingkai akademik yang harmonis.
Sebanyak 10 mahasiswa yang merupakan peserta Forum Mahasiswa Lintas Agama (FMLA) IAIN Manado Tahun 2026, berkesempatan mengikuti perkuliahan khusus bertajuk “Tafsir Ayat-Ayat Gender” yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 10.00 WITA.
Perkuliahan yang diampu langsung oleh Dosen sekaligus akademisi IAIN Manado, Yuliana Jamaluddin, M.Ag., ini terasa sangat istimewa. Kesepuluh peserta FMLA tersebut merupakan mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi teologi Kristen dan Katolik terkemuka di Sulawesi Utara, yakni Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, dan Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Seminari Pineleng.

Di dalam ruang kuliah FUAD yang inklusif, Yuliana memaparkan secara komprehensif bagaimana ayat-ayat suci Al-Qur’an menafsirkan relasi gender, kedudukan perempuan dan laki-laki, serta merespons dinamika kesetaraan di era kontemporer. Para mahasiswa lintas agama ini tampak antusias menyimak dan berdiskusi, menggali pandangan Islam secara objektif dari sumber utamanya.
“Kehadiran teman-teman mahasiswa dari UKIT, IAKN, dan STF Seminari Pineleng di kelas tafsir ini adalah wujud nyata dari moderasi beragama berbasis keilmuan. Ruang kelas di FUAD senantiasa terbuka untuk menjadi laboratorium kerukunan, di mana kita saling belajar dan membongkar sekat-sekat prasangka,” ungkap Yuliana terkait momen perkuliahan tersebut.
Keterlibatan mahasiswa lintas kampus teologi dalam kelas tafsir di IAIN Manado ini menunjukkan bahwa generasi muda di Sulawesi Utara memiliki komitmen kuat untuk merajut persaudaraan melalui pemahaman lintas teologi. Lewat kajian akademik yang mendalam, dialog antaragama tidak lagi hanya sebatas wacana pergaulan sosial, melainkan sudah masuk ke ranah saling memahami esensi ajaran masing-masing.
Melalui program FMLA 2026 dan keterbukaan ruang-ruang kuliah seperti di FUAD, IAIN Manado terus mengukuhkan posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi yang moderat, multikultural, dan menjadi pilar penting bagi terjaganya kerukunan umat beragama di Bumi Nyiur Melambai.

