DUA MAHASISWA IAT IAIN MANADO IKUTI PROGRAM FMLA DI KAMPUS TEOLOGI KRISTEN DAN KATOLIK: SEBUAH POTRET MODERASI

Manado, 30 April 2026 – Semangat dialog lintas iman dalam program Forum Mahasiswa Lintas Agama (FMLA) IAIN Manado Tahun 2026 berjalan dua arah. Tidak hanya menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dari kampus lain, IAIN Manado juga mengutus para mahasiswanya untuk terjun langsung dan belajar di tengah keberagaman. Dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an…

By.

min read

Dokumen IAT

Manado, 30 April 2026 – Semangat dialog lintas iman dalam program Forum Mahasiswa Lintas Agama (FMLA) IAIN Manado Tahun 2026 berjalan dua arah. Tidak hanya menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dari kampus lain, IAIN Manado juga mengutus para mahasiswanya untuk terjun langsung dan belajar di tengah keberagaman.

Dua mahasiswa berprestasi dari Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Manado, mencatatkan pengalaman bersejarah dengan menjadi peserta aktif FMLA di dua kampus teologi terkemuka di Sulawesi Utara.

Mahasiswi pertama, Nayla Kartika Ayu Arsyad, mendapatkan kesempatan berharga untuk mengikuti rangkaian program akademik dan interaksi lintas iman di Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT). Kehadiran Nayla di kampus teologi Protestan tertua di Sulawesi Utara ini menjadi langkah nyata dalam mempraktikkan langsung teori-teori sosiologi agama dan tafsir kontekstual yang dipelajarinya di FUAD.

Sementara itu, mahasiswa IAT lainnya, Alif Trinugraha Suparto, ditempatkan untuk mengikuti program FMLA di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Seminari Pineleng. Berada di lingkungan kampus pendidikan calon imam Katolik tersebut memberikan pengalaman dialogis yang kaya bagi Alif, sekaligus ruang untuk memperkenalkan wajah Islam yang ramah, moderat, dan terbuka terhadap perbedaan.

“Keikutsertaan Nayla dan Alif di UKIT dan Seminari Pineleng adalah implementasi nyata dari Visi Prodi IAT yang berorientasi pada masyarakat multikultural. Mereka tidak sekadar belajar, tetapi menjadi duta moderasi yang membawa misi perdamaian dan saling pengertian dari IAIN Manado,” demikian catatan akademik dari kegiatan tersebut.

Keterlibatan dua mahasiswa FUAD ini membuktikan bahwa batas-batas teologis bukanlah penghalang untuk membangun persaudaraan kemanusiaan dan kolaborasi intelektual. Berbaur bersama mahasiswa lintas agama di kampus tujuan masing-masing menuntut kedewasaan bersikap, empati, dan wawasan keislaman yang inklusif.

Program pertukaran dan interaksi langsung melalui FMLA 2026 ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh civitas academica. Pengalaman Nayla di UKIT Tomohon dan Alif di STF Seminari Pineleng diyakini akan menjadi modal berharga bagi mereka kelak saat kembali ke masyarakat, sebagai lulusan ahli tafsir yang tidak hanya menguasai teks agama, tetapi juga peka terhadap konteks keragaman Indonesia.